Wednesday, 1 January 2014

"BOOK" -- Buku, Hasil Pemikiran Orang, Pemberi "Pikiran" Anda




Sebuah film sederhana, tentang benda sederhana, yang menggambarkan pemikiran manusia yang terlampau "sederhana". Saya termasuk seorang yang menggemari buku, baik karena nilai yang dimilikinya maupun dalam "bentuk" sebuah "buku" sebagaimana ia ada. Tidak habis pikir oleh saya bagaimana seseorang dapat memperlakukan buku dengan cara yang tidak berilmu. Ya, saya meyakini bahwa orang yang memperlakukan buku dengan tidak beretika adalah orang-orang yang tidak tahu bagaimana sebuah buku dapat memberinya limpahan ilmu -- mungkin mereka tidak tahu juga sebenarnya apakah mereka mebutuhkan "ilmu" atau tidak. Orang-orang yang merasa bahwa dirinya mendapat manfaat besar dari buku akan sangat mengasihi ia, jilidan kertas yang ditulis dengan pemikiran dan memberi Anda "pikiran".

YOURS TRULY

Malam ini iseng-iseng nonton film-film pendek di Youtube, randomly found this (sick) unpredictable Indonesia short film.
"YOURS TRULY" by Cine et Cetera



I am Afraid (ft. Chesa) by PATRIC WILSON

Menemukan sebuah lagu lama yang enak didengar pula meresap ke hati anak muda seperti kita.

I am Afraid (ft. Chesa) by PATRIC WILSON


I'm afraid to tell you that
I can't be with you
Anymore and I don't want you to sad 


I'm not sure it's gonna be fine
If only you know that I'm no longer with this life 


No more lies
I say the truth that I will go
No more lies
you will never know 


And I will stand by you forever
I'll stay here forever
till I'm fine and we will have fun together
And I hope you will be allright
When I leave you someday 


I will leave you 


Please don't go away from me
I want you to be on my side
I can't live without you
You are the only one that I have
You'll be fine and we'll be fine together 


No more lies
I say the truth that I will go
No more lies
You will never know 


And I will stand by you forever
I'll stay here forever
Till I'm fine and we will have fun together
And I hope you will be all right
When I leave you someday 


I will leave you 


No more lies
I say the truth that I will go
No more lies
You will never know 


And I will stand by you forever
I'll stay here forever.......... 


And I will stand by you forever
I'll stay here forever
till I'm fine and we will have fun together
And I hope you will be all right
When I leave you someday
I will leave you 


And I will stand by you forever
I'll stay here forever ( so please don't cry again)
till I'm fine and we will have fun together
And I hope you will be all right ( so please don't cry again)
When I leave you someday
I will leave you


1 Januari 2014

Halo!
Postingan pertama nih di tahun 2014. What a cool year!

Meskipun tadi kelewatan Count Down gara-gara keburu terpana ngelihat kembang api yang meluncur sebelum waktunya -- dan keblabasan, waktu saya lihat jam ternyata sudah 00.01. Agak nyesel sih, karena saya merupakan tipe orang yang sangat mensakralkan ritual, sesederhana apapun itu. Tapi ya mau gimana lagi.
Tadi saya masih di jalan dari kosan temen yang ternyata tidak terlalu antusias terhadap pergantian tahun. Haha. Sebenarnya  mereka punya rencana ke pantai gitu ceritanya, tapi batal. Jadilah mereka numpuk di kosan seorang teman tanpa kehebohan yang berarti. Maka, pulanglah saya,  karena besok juga ada kebaktian awal tahun yang teramat pagi.


Sekarang kita sudah berada pada waktu berputar yang menurut satuan kita sebut 2014.
2014 untuk saya merupakan tahun penentuan, awal dari awal fase kehidupan yang baru. Tahun ini, saya akan menyusun skripsi, melalui waktu-waktu bimbingan bersama dosen yang seru, menembus 3 lapis kertas roti sidang sambil koprol, wisuda -- Lahiy!, gawe deh. Uyeah!
Pokoknya di tahun ini, saya akan "naik kelas".
Saya berharap banyak di tahun yang keliatan cakep banget ini :)


Segala evaluasi yang ternyata banyak sekali, sudah dituangkan pada "Pedoman 2014"
Segala hal-hal yang ingin dicapai, pula sudah ditorehkan pada "Pedoman 2014"
Segala hal-hal yang ingin dilakukan, walau gak kesampean sama akal -- tapi saya tahu kalau Tuhan selalu punya cara -- pun sudah tergores pada "Pedoman 2014"

2013 sudah kasih saya banyak pelajaran, meski selama itulah fase ter-tidak-peduli-saya-dengan-cara-hidup-benar muncul. Banyak tanggung jawab yang saya biarkan layaknya kulit kacang menunggu disapu. Tahun tersuka-suka.

2014 saya harap jauh lebih baik dari itu.
Entah kenapa, 2014 seakan berpendar-pendar berkilauan. Haha. Pokoknya cakep luar biasa nih dilihat dari sini.
Semoga, hidup saya akan lebih bersinar di tahun ini. Bertanggung jawab dan memegang teguh integritas.
Tsailah. Mari kita raih masa kejayaan kembali!


Tuesday, 31 December 2013

Mereka hanyalah kepala-kepala yang tidak mengerti akan jatuhnya hari.
Pagi hari adalah malam-malam yang didustakan bulan kepada bumi melalui matahari.

My Ritual

"Kemana kita malam ini?" tanya seseorang. 
Kenapa harus kemana-mana? Benahi dulu ruang hidupmu yang setahun kemarin berantakan, baru beranjak

Ibarat rumah, tahun ini adalah rumahmu yang perlu ditata ulang. Diipilah perabot mana yang musti dibuang, yang mana yang harus dibersihkan, yang mana perlu diperbaiki, yang mana dapat dan harus dipertahankan karena itulah inti rumahmu.

Akankah kamu meninggalkan rumah yang berantakan untuk berjalan-jalan menonton kembang api, sementara seorang tamu baru akan datang dan kau biarkan masuk tanpa sambutan di rumah lamamu, tanpa kau mempersiapkan jamuan.

Persiapkanlah rumah yang baru bagi tahun baru.

Terkadang menghabiskan malam pergantian tahun dengan bercakap-cakap dengan diri sendiri itu lebih memberikan rasa. Ini kedua kalinya bagi saya.
Meski yang pertama masih coba-coba, 2 tahun lalu. Tapi itu dirasa lebih baik ketimbang bermain-main.
Hal yang dapat dilakukan menjelang malam pergantian tahun: berdoa tutup tahun. list kesalahan2an diri setahun ini, llist yang ingin dilakukan di tahun yang baru, 2014. Timeline lebih baik. Random juga punya keseruan tersendiri.
Tulis itu pada sebuah buku "Pedoman 2014". Stamp it in your mind & heart. Pray!

It's my ritual. Seru, menurut saya :)

I just wanna share my lil story, ketika semua orang bingung harus berbuat apa sedangkan ada hal esensial yang harusnya diperhatikan.
Saya berbagi bukan karena lebih tahu. Setahun kemarin, lebih banyak buruknya bagi saya, dan saya tidak ingin itu terjadi lagi.
Ini juga bagian refleksi untuk diri saya sendiri :))

Semoga tahun 2014, kita punya cerita yang indah untuk diceritakan di akhir tahun nanti.

Mari bermalam tahun baru dengan cara kita masing-masing. Let's create your own ritual :))

The End of God's Show

Perfect morning with the perfect feelings
in this last day of the year -- 2013.
It's raining outside.
It's falling.
God (always) knows how to end
His show perfectly.

Monday, 30 December 2013

Aku izin buang kemih.
Aku harap ketika aku kembali,
kamu sudah tahu bahwa akulah yang harusnya kamu pilih.

Peralihan

Botol-botol sisa minum semalam masih berjejer
lebih rapi setidaknya dari pikiranku
yang masih saja bertengger pada alih dimensi

          Aku bertemu kau semalam
          Pada taman harap di mana rumput tak lagi dapat tumbuh
          Mungkin hujan
          belum juga bercumbu dengan tanah sepanjang musim ini

         Aku bertemu kau semalam
         Dengan kau memunggungiku
         Seakan aku ini
         abang angkot yang meminta kurangnya ongkos

         Meski celaka kita hari ini
         akibat terwujudnya -khayal liar-nyataku pada bagian samar dagingmu-
         yang lebih bejat dari yang biasa orang tuduhkan pada abang angkot

Aku bertemu kau malam itu
--Senin awal bulan lalu kalau ku tak salah ingat--
Dengan kita saling menghadap
Ketika daging-daging kita saling bicara, sesekali cekikikan

Akal kita dengan senang hati berjalan-jalan mencari angin
Sedang jiwa kita bermain-main
di sekitar meja rias dan kamar mandi

Kita bersenang-senang
pada dimensi yang juga beralih setiap detiknya.

Aku bersenang-senang
namun kau justru merasa malang, Peralihanku.

Senang bisa bertemu, semalam.
Terlebih malam itu.


Jatinangor, 30 Desember 2013