Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Monday, 17 March 2014

Kepala-kepala

Kepala-Kepala I

Kepala-kepala itu terantuk ingatan,
namun  melewatkannya dengan menengadah
Kepala-kepala itu berjalan tanpa memandang,
sedang mereka tahu menuju jurang

Kepala-kepala itu dikutuk cacian, juga serapah
Kepala-kepala yang tak ingat pada sumpah

Kepala-kepala itu punya tuhan yang mereka pajang di ruang kerja
dan yang mereka ucap sesempurna purnama di kepala mikrofon

Kepala-kepala yang pada mereka isi kitab suci tak benderang
juga pelajaran ilmu sosial telah beku pada otak mereka yang suhunya minus




Kepala-kepala II

Kepala-kepala ini mengangguk terpatah,
tebas adalah kado jika bantah mencuat dari ubun-ubun
Kepala-kepala ini menunduk,
asa mereka sudah merunduk menembus tanah terlebih dahulu

Kepala-kepala ini mengutuk dengan caci juga serapah
akibat anak mereka hilang ditelan pemerintah

Kepala-kepala ini tak punya tuhan,
akibat harap mereka pada tuhan untuk meningkatkan suhu otak pemerintah
tak juga terkabul hingga hati mereka ngebul

Kepala-kepala yang pada mereka isi kitab suci sempat datang, bertandang
--sekadar bertanya kabar dan berbincang soal hak dan bodohnya pemerintah -- 
juga pelajaran ilmu sosial keburu lumer pada otak mereka
yang belum pernah tahu kalau-kalau sosial sudah pernah pamer di negeri ini.





Kepala III

Kepala Ini memandang jiwa-jiwa menggelandang 
mengemis hak di bawah sana
Kepala Ini tak jua paham mengapa 
kepala-kepala dibawah sana tak pernah sepaham soal hidup

Kepala-kepala yang satu merenggut
Kepala-kepala lain terenggut

Sesungguhnya hah-hak kalian adalah hakKu
Susah payah kalian di bawah, 
mengapa tak mencoba memohon ke atas sini?



Jatinangor, 18 Maret 00.01


Sunday, 2 March 2014

Bertemu Komodo di Pulau Rinca


      
Pagi hari di Labuan Bajo, saatnya menjalankan ritual wajib jika kita berwisata ke Labuan Bajo “island hopping”. Yap! Hari ini pulau pertama yang akan kami kunjungi adalah Pulau Rinca, tepatnya resort Loh Buaya. Ternyata, komodo tidak hanya bisa ditemui di Pulau Komodo saja lho. Menurut pemandu wisata kami, komodo di Pulau Rinca konon lebih banyak dan lebih besar dibandingkan di Pulau Komodo sendiri.
      
       
Aktivitas yang akan kami lakukan di Pulau Rinca adalah trakking untuk ‘bertemu’ dengan komodo. Di sini tentunya tidak seperti kebun binatang yang dengan mudahnya kita dapat melihat hewan secara ‘pasti’. Di kawasan hutan Taman Nasional Komodo ini kami harus jeli terhadap keberadaan komodo. Terlebih, dengan warna kulitnya yang coklat, seringkali samar di antara semak – semak. Terdapat 3 buah jalur trakking yang disediakan bagi para wisatawan, yaitu long track (5 - 6 km dengan waktu tempuh 2 jam), medium track (3 – 4 km dengan waktu tempuh 1,5 jam), dan yang terakhir adalah short track (2 km dengan waktu tempuh 1 jam). 

Oh iya! Ada hal penting yang harus diperhatikan jika kita hendak ‘bertemu’ komodo. Pertama, komodo adalah hewan kanibal, komodo sangat peka terhadap bau darah dan warna merah. Jangan nekat mengikuti trakking jika menggunakan baju merah. Begitu pula, jika teman – teman dalam  keadaan memiliki luka berdarah, atau bagi para wanita, sedang datang bulan. Selain itu, komodo juga sangat peka terhadap ‘pancingan gerak’, semisal tali kamera, tas, atau hp yang      menjuntai, maupun gerakan –  gerakan lain yang bersifat memancing insting komodo.

Eh iya, selain komodo, sesuai dengan namanya “Loh Buaya” yang berarti Teluk Buaya, di sini –pastinya- terdapat buaya! Ada dua jenis buaya yang hidup di sini, yaitu buaya laut dan land crocodile (buaya darat). Pokoknya, kalau sudah disini,  kita harus super hati – hati!! Keselamatan kita tergantung kewaspadaan kita! 
Whohoho, panas cuaca tidak menghalangi kami untuk bertemu hewan legendaris itu, cucunya naga. Hehe. NAH! Tempat pertama kali kami bertemu dengan komodo ternyata tidak terlalu jauh dari titik awal kami berangkat. Ini adalah dapurnya para ranger, komodo seringkali datang karena mencium bau makanan. Tapi sayang, komodo disini kondisinya sangat menyedihkan. Banyak dari komodo – komodo ini yang sudah tidak bisa berjalan karena kakinya sudah patah akibat bertarung dengan sesama komodo, badannya juga sangat kurus – kurus. Akhirnya, kesampaian juga melihat legenda hidup yang satu ini. Meski, tidak menyangka bahwa komodo yang selalu tampak gagah di TV, beberapa yang kami lihat hanya bisa pasrah di atas tanah. Kami melanjutkan perjalanan, berharap menemukan komodo yang lebih baik.

WHOHOHO! Ternyata Tuhan memberikan keberuntungan kepada kami! Tepat di depan rombongan kami lewat seekor bayi komodo. Pemandu wisata kami sampai berdecak kagum. “Waah, jarang sekali yang seperti ini bisa kejadian. Bertemu dengan komodo dewasa saja untung – untungan, lha kalian  bisa bertemu dengan bayinya, bersyukurlah kalian.” Waah, mendengar peristiwa ini termasuk jarang, kami tersanjung juga. Hehe. Pemandu kami kemudian melanjutkan penjelasannya ....

Kami berjalan kembali, dan terus berjalan, sampai akhirnya kami bertemu jalan menanjak. Kami belum tahu akan berujung dimana jalan ini, hingga akhirnya.... Pulau Rinca menjawab. Suguhan pemandangan menakjubkan lagi – lagi kami dapatkan!