Coming Soon.
Kota Sehabis Hujan (Book)
"Seperti hujan, begitu aku memujamu. Kutumpahkan segala yang telah kutampung untuk bisa kau nikmati sebagai tanah."
Wednesday, 21 January 2015
Monday, 5 January 2015
Peri Embun
Soal cinta itu baiknya kau tanyakan pada peri
yang rutin berkunjung ke tengah hutan pinus setiap pagi
Konon ia yang meletakkan inti embun
pada jarum-jarum daun pinus tertinggi yang menghadap langit
Jarum daun teratas, dari pohon pinus yang paling sering digoda angin
Tiap jarum, tiap pagi
Inti embun
Setitik bening pada ketinggian
Diletakkannya dengan sangat hati-hati oleh peri itu pada ujung jarum
Tiap jarum, tiap pagi
Hingga ribuan
Dari khayangan, inti embun itu serupa hamparan butir kepastian
Sedang bumi, menunggu jatuhnya untuk mengerti soal kesejukan
Kupikir, peri itu mungkin tahu soal cinta
Bukankah cinta juga serupa inti embun yang diletakkannya dengan setia setiap pagi?
Family
She is, the member of the family who has the biggest love for us. She is, the woman who make us still alive after that uneasy collapse, with her hand, do this and that, from the sun rises til the stars appear. Year by year, far from easy. She has been staying, keep triying her best for us. She is the only one that said to us, the children: 'You're the jewel of my heart, you are the reason that I live.' She is the reason for me to do everything.
He is, my man, who bought me everything when I was a kid, put me in the best school in town. Who spared his time everytime I asked 'gulat-gulatan' and badminton. Who always accompanied me to toy store. He used to be a cold man several years ago. Not talk too much. I often had a fight with him when I was in Senior High. But, time heals, God heals. I know in his silence he is thinking. He is the man who protects me like I am everything in this world.
He is, my little man, my partner in crime, my biggest enemy when I was a little. Sometimes, we made each other crying. Sometimes we cried together. Now, he is my partner in going to church or wherever he treats me like I am... I don't know, he treats me that good.
I Thank God for blessing my family.Each family maybe has its own 'dysfunction', has its own problem, but at last everything will be OK, everything will be Great.
Sunday, 9 November 2014
Tidak perlu takut jika ada yang ingin meninggalkanmu, karena yang akhirnya tertinggal untukmu adalah peninggalan Tuhan yang paling baik.Tidak perlu juga terlalu khawatir tentang dia yang tidak memperhatikanmu.Sesungguhnya selain kepada keluargamu, Tuhan telah menitipkan perhatianNya pada sosok yang akan menjadi pemerhatimu sampai akhir.
Orang lain tetap orang lain, seberapapun kamu menganggapnya dekat, jiwanya tetap tak sama dengan jiwamu. Lain lagi soal belahan jiwa, mungkin ia ada, tapi entah di belahan dunia mana dan pada belahan masa yang bagaimana ia akan datang. Pacar kamu, suami atau istri, teman-teman, adik-kakak, bahkan ayah ibumu, sesungguhnya kamu tidak pernah mengenal mereka sebegitu dalamnya. Masa mengaburkan ketidakpahaman akan diri. Diolah oleh waktu bersama yang sering dihabiskan, lantas kita merasa 'sama'. Sesungguhnya, dari dalam diri kita pun banyak yang belum dikenali. Siapa kita, untuk apa kita hidup, cara hidup seperti apa yang kita mau. Hidup ini pada akhirnya tentang bagaimana memberi jiwa pada jiwa, setidaknya jiwa kita sendiri.
Wednesday, 29 October 2014
Subscribe to:
Posts (Atom)