Iron rusts from disuse; water loses its purity from stagnation... even so does inaction sap the vigor of the mind. --Leonardo da Vinci
"Seperti hujan, begitu aku memujamu. Kutumpahkan segala yang telah kutampung untuk bisa kau nikmati sebagai tanah."
Tuesday, 22 April 2014
Thursday, 3 April 2014
Burung Gereja
Burung gereja kini tak lagi menggereja.
Sekarang mereka telah membuat sarang
di sebuah gudang pengolahan kopi -- tepat di atas bagian sortasi.
Bertengger berbaris pada rangka besi
yang mempertahankan atap gudang tetap membentang.
Cicitcuit di sana sini.
Mereka beterbangan keluar masuk tanpa usaha
akibat sisi-sisi pada atap yang semi terbuka.
Burung-burung gereja itu tak pernah berduka
dan tetap bersuka cita, meski tak lagi ke gereja.
Konon, menurut kabar burung yang pasti, gereja mereka digusur,
dianggap 'entah apa' oleh para pemuka di luar sana.
Lantas kemudian, tanah yang dahulu -- setiap minggu --
mereka bernyanyi merdu di atasnya
telah dijadikan diskotek entah oleh pengusaha mana.
Sekarang mereka telah membuat sarang
di sebuah gudang pengolahan kopi -- tepat di atas bagian sortasi.
Bertengger berbaris pada rangka besi
yang mempertahankan atap gudang tetap membentang.
Cicitcuit di sana sini.
Mereka beterbangan keluar masuk tanpa usaha
akibat sisi-sisi pada atap yang semi terbuka.
Burung-burung gereja itu tak pernah berduka
dan tetap bersuka cita, meski tak lagi ke gereja.
Konon, menurut kabar burung yang pasti, gereja mereka digusur,
dianggap 'entah apa' oleh para pemuka di luar sana.
Lantas kemudian, tanah yang dahulu -- setiap minggu --
mereka bernyanyi merdu di atasnya
telah dijadikan diskotek entah oleh pengusaha mana.
Pangalengan, 3 April 2014
Tuesday, 1 April 2014
Cerita Tak Nyata
Kutanyakan kau pada aksara
Barangkali mereka pernah bersatu
bergotong royong untuk bercerita tentangmu
Jawab mereka: tidak
karena ternyata kau tak nyata.
Thursday, 27 March 2014
Suatu Kali Sore Hari
Satu kali 'ku pergi berjalan-jalan pada sebuah sore hari
Sekadar mencari sesuatu yang siapa tahu bisa bikin segar hati
Siapa sangka kemudian 'ku tergelincir khilaf lalu belok ke lokalisasi
Buah dada bergantungan seperti daging sapi di Pasar Kemiri
Sore hariku berikutnya kian tak pasti
Sekadar mencari sesuatu yang siapa tahu bisa bikin segar hati
Siapa sangka kemudian 'ku tergelincir khilaf lalu belok ke lokalisasi
Buah dada bergantungan seperti daging sapi di Pasar Kemiri
Sore hariku berikutnya kian tak pasti
Matahari
Kesah yang terengah-engah pada tengah hari itu berkata pada Matahari.
"Kenapa kau bersinar terlalu terik, Matahari?
Tidakkah kau lelah?
Pula kami yang di bawah sini sudah jengah ditimpa musibah.
Tunjukkanlah belas kasihmu sesekali."
Jawab Matahari:
"Beginilah caraku berbelas kasih pada kalian.
Aku berusaha keras agar tetap panas hingga kalian berpeluh.
Agar kalian paham bahwa belas kasihku kalian butuhkan.
Agar hati kalian tak menjadi keras dalam keluh."
"Kenapa kau bersinar terlalu terik, Matahari?
Tidakkah kau lelah?
Pula kami yang di bawah sini sudah jengah ditimpa musibah.
Tunjukkanlah belas kasihmu sesekali."
Jawab Matahari:
"Beginilah caraku berbelas kasih pada kalian.
Aku berusaha keras agar tetap panas hingga kalian berpeluh.
Agar kalian paham bahwa belas kasihku kalian butuhkan.
Agar hati kalian tak menjadi keras dalam keluh."
Inspirasi
Aku tak pernah mencari inspirasi
Inspirasi yang seringkali kujadikan puisi
Semata-mata jatuh dari langit-langit memori
Yang Sang Pemberi bangunkan dengan mengutus para peri
Inspirasi yang seringkali kujadikan puisi ini
Tak jarang bertanya diri: "Terhimpun dari apa aku ini?"
Inspirasi yang seringkali kujadikan puisi
Semata-mata jatuh dari langit-langit memori
Yang Sang Pemberi bangunkan dengan mengutus para peri
Inspirasi yang seringkali kujadikan puisi ini
Tak jarang bertanya diri: "Terhimpun dari apa aku ini?"
Wednesday, 26 March 2014
Sunday, 23 March 2014
Friday, 21 March 2014
Buah Dada Ibu
Ayah mencoba memasangkan bra ibu
'Sesak sekali, Bu?'
Buah dada ibu hampir tumpah
Kata Ibu, itu kasih pada buah hatinya yang begitu ruah.
Jatinangor, 21 Maret 2014
Subscribe to:
Posts (Atom)